Penulis: Reva Sasistiya
JAKARTA--MI: Serikat pekerja PT PLN diminta memahami tujuan restrukturisasi yang dicanangkan para pemegang saham. PLN menegaskan, pasca restrukturisasi para pekerja tidak akan terombang-ambing nasibnya.
Apalagi, Menteri BUMN sudah memutuskan untuk membatalkan rencana pelepasan PT Indonesia Power (IP) dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB).
"Namanya restrukturisasi, perubahannya cukup mendasar sifatnya. Dengan tujuan struktur yang baru lebih kokoh dan sesuai dengan tantangan yang dihadapi. Justru penjaminan hak-hak karyawan merupakan salah satu yang penting dalam restrukturisasi," papar Diorut PLN, Eddie Widiono di Jakarta, Rabu (30/1).
Ia mengakui munculnya demo sekitar 7.000 orang yang terdiri dari Serikat Pekerja PLN dan BUMN strategis tersebut merupakan kesalahannya karena terlambat mensosialisasikan tujuan restrukturisasi kepada para karyawannya.
"Kami hanya punya waktu sangat terbatas untuk menjelaskan. Kami sudah kirim manajemen grup konsultasi yang terdiri atas direksi untuk menjelaskan status usulan tersebut," jelasnya.
Aksi unjuk rasa itu pun tak kurang ikut membuat khawatir Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Ia mengingatkan, pegawai beserta seluruh jajaran PLN mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menjamin ketersediaan tenaga listrik yang merupakan infrastruktur pokok dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
"Meminta PLN tetap dapat melakukan kewajibannya melayani masyarakat memberikan pasokan listrik dan tidak terjadi pemadaman atau gangguan dalam sistem pasokan listrik sebagai akibat unjuk rasa tersebut," pinta Purnomo.
Ketua Dewan Serikat Pekerja PJB Edy Hartono mengatakan mereka menggelar untuk memberi pelajaran kepada para pemegang kekuasaan PLN supaya tidak seenaknya mengeluarkan keputusan.
"Walaupun kekhawatiran utama kita bahwa IP dan PJB akan dilepas sudah tidak ada lagi tapi kita ingin agar para pemimpin itu tidak asal membuat keputusan. Apalagi, sampai menjual aset negara kepada pihak asing," tegasnya. (Eva/OL-06)











0 comments:
Post a Comment