Penulis: Reva Sasistiya
JAKARTA--MI: Banjir di Jakarta membuat PT PLN (persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang masih mematikan 552 gardu distribusi. Kerugian akibat pemadaman yang berlangsung sejak Jumat (1/2) itu diperkirakan mencapai Rp6,2 miliar.
Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Darnell Ibrahim, Sabtu (2/2), mengatakan kerugian sebesar itu merupakan potensi kehilangan pendapatan karena PLN tidak dapat menjual listrik.
"Tapi, kerugian ini tidak seberapa nilainya. Karena, di sisi lain biaya operasi kita juga ditekan sebab pemakaian BBM juga berkurang. Kalau dihitung berdasarkan biaya jual listrik yang sebesar Rp600 per kwH, sementara biaya pokok produksi kita Rp900 per kwH, jadi potensi kerugian tersebut tidak masalah," ungkap Herman.
Apalagi, menurutnya, bencana banjir yang melanda wilayah Jabodetabek itu sama sekali tidak berimbas pada rusaknya gardu yang dimiliki PLN.
"Gardu kita tidak ada yang terendam, tidak ada yang rusak. Jadi, kerugian kita kecil sekali," tambah Herman.
Sedangkan Manajer Distribusi PLN Disjaya dan Tangerang Moch Sulastyo mengatakan hingga kini masih ada 552 gardu distribusi yang dipadamkan. "Memang harus dipadamkan karena wilayah asuhan gardu tersebut airnya masih cukup tinggi atau masih banjir. Pemadaman akan berkurang seiring dengan surutnya air," jelasnya.
Berdasarkan keterangan Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjaya dan Tangerang Azwar Lubis, 552 gardu distribusi itu terdiri dari 103 gardu distribusi Gambir, 2 gardu distribusi Gambir, 36 gardu distribusi Kebayoran Baru dan 14 gardu distribusi Tangerang.
"Gardu distribusi Gambir itu meliputi wilayah Jakarta Utara dan Pusat, gardu Kramat Jati wilayah seputar Jakarta Timur, gardu Kebayoran Baru memasok untuk Jakarta Selatan dan Jakarta Barat dan gardu Tangerang untuk pasokan wilayah Tangerang," papar Azwar.
Besarnya listrik yang padam 400 Megawatt dengan jumlah pelanggan mencapai 138.000. "Jumlah ini sudah berkurang dibandingkan kemarin yang padamnya mencapai 600 MW. Jumlah ini juga sebetulnya masih kecil jika dibandingkan total beban di wilayah Disjaya Tangerang yang sebesar 4.700 MW. Jadi, hanya sekitar 8%," imbuhnya.
Pemadaman, menurutnya, harus dilakukan demi keselamatan warga didaerah banjir. Sementara untuk warga yang tidak kebanjiran, namun listriknya ikut padam, Azwar minta pengertian mereka.
"Ini menyangkut wilayah distribusi. Jadi kalau gardunya dimatikan seluruh wilayah tersebut ikut dimatikan. Demi keselamatan semua, PLN minta pengertian warga yang lain," katanya. Pada Jumat (1/2), PLN mematikan 1.114 gardu distribusinya. (Eva/OL-06)











0 comments:
Post a Comment